memberhentikan perasaan sama susahnya kalau kita sedang menyetir dan memberhentikan mobil di jalan raya atau tol. kita harus tau betul itu penting atau tidak nya kita berhenti. atau seperti halnya mobil yang kehabisan bensin, kita harus mengisinya di pom bensin terdekat, kalau tidak kita tidak bisa jalan. seperti halnya perasaan, sekuat apapun kita menerima disakiti tapi ada waktunya kita harus berhenti. dan sekuat apapun rasa cinta kalau tidak di isi dengan cinta itu sendiri kita tidak akan terus bisa jalan.
berhenti mencintai dan menyanyangi bukan suatu hal mudah, apalagi mengikhlaskan perasaan kita untuk dia memilih yang lain. aku bukan wanita sok baik dan sok suci, tapi karna aku tidak pandai bersaing atau tidak suka bersaing demi cinta. tuhan sangat tau kalau dia memang tidak baik untukku. ikhlaskan saja apa yang sudah dia lakukan ke kita. jangan pernah menyalakan dia , kita lah yang harus menyalahkan diri sendiri kenapa begitu bodohnya tertipu dengan mulut manis dan keadaan. dan hanya keadaan dan waktu jugalah yang bisa menghentikannya. untuk apalagi kita jalani kalau dia tidak pernah berkomitmen dan menjaga perasaan kita. live must go on. dan sebaliknya kita harus berterima kasih kepada dia yang menyakiti kita karna dengan cara itu lah kita lebih berhati hati dengan ucapan seseorang dan tidak mudah langsung dapat kita percaya. cita cita kita tidak bisa berhenti karna tersakiti oleh seseorang. percayalah pada rencana Allah, akan ada pelangi setelah hujan. begitu juga kehidupan akan ada bahagia setelah tersakiti..

0 komentar:
Post a Comment